Cerita Seks - Aku Serahkan Perjakaku Ke Adikku

Diposkan oleh Cerita Dewasa on Kamis, 26 April 2012

Namaku Luky, saat ini usiaku 20 th, aku tergolong pemuda yang biasa saja penurut dan pendiam diantara saudaraku. namun di balik itu aku juga punya hasrat bercinta yang sangat hebat.

cerita ini terjadi sekitar 6 bulan yang lalu, ketika ADIKKU sebut saja namanya nur. dia baru pulang dari luar tempat sekolahnya. nur adalah gadis yang cantik, dia sangat agresif di banding gadis gadis lain seusianya.

pada siang itu aku dan nur sedang tidur siang bersama, tapi aku selalu saja gelisah saat hanya berdua saja bersamanya. aku sudah sejak dulu berfantasi untuk bisa merasakan nikmatnya tubuh adikku itu. dadaku berdebar debar saat itu. tangan dan seluruh tubuhku bergetar hebat. tiba tiba aku memberanikan diri untuk memeluknya dari belakang. awalnya dia hanya diam saja dan kupikir mungkin saja dia memang masih tertidur. kuteruskan kegiatanku, aku gesek gesekkan bagian selakanganku di pantatnya dia tetap saja diam. akhirnya aku memberanikan diri untuk menyentuh buah dadanya dari luar bajunya dan dia tetap saja diam semakin lama aku meremas remas buah dadanya semakin kencang remasanku ke gumpalan daging empuk itu.

tiba tiba dia menoleh padaku dan tersenyum, rupanya sejak tadi dia menikmati kegiatanku. seperti deberi lampu hijau aku memasukkan tanganku kedalam bajunya yang saat itu memang agak longgar. aku selipkan tanganku di balik BH nya dan kucari ujung gundukan gunung kenikmatan itu, aku pilin pilin bergantian kiri dan kanan sampai dia melenguh..

"uhh... ehh... mas, enak mas terusin mas"

tanpa berkata aku terus bergerilya meremas dan memilin puting susunya itu.

aku bertanya kepadanya

"Susu kamu besar sekali, enak aku giniin?"

"ehhm....."

dia hanya tersenyum dan mengangguk kepadaku. kegiatanku berlangsunga sampai kira2 20 menit dan tiba tiba dia pamit untuk kebelakang karena menahan buang air kecil

malamnya..

semua orang sudah tertidur di kamarnya masing masing..

aku pura pura mengeceknya apakah dia sudah tidur atau belum.

sampai di kamarnya aku matikan lampunya..

aku peluk dia dari belakang..

aku remas kedua susunya, aku jilati telinganya..

"eehmhh.. ah...."

dia hanya mendesah kecil karena takut terdengar oleh ibu dan bapakku.

aku menyelipkan tanganku masuk kedalam celana kolornya dan masuk ke dalam CDnya untuk mencari lubang kenikmatan miliknya..

akhirnya kutemukan lubang itu dan kumasukkan jariku kedalam vaginanya..

"emhh..., uuhh.... mass....."

dia mendesah kecil sambil menggoyangkan pantatnya mengimbangi kocokanku yang semakin lama semakin kupercepat

hinggan akhirnya kumasukkan ke 3 jariku kedalam lubah memeknya..

astaga.. ternyata adikku sudah tidak perawan, begitu mudahnya ketiga jariku keluar masuk kedalam memeknya..

semakin kupercepat semakin keras desahannya akhirnya kusumpal mulutnya dengan mulutku akhirnya kami berciuman hebat penuh nafsu yang membara..

semakin kupercepat kocokanku tiba tiba dia melepas sendiri celananya dan aku bisa leluasa memainkan lubang memeknya itu yang semakin basah..

dia berusaha melepas celanaku juga dangan mudah aku sudah tidak memakai pakaian bagian bawah.

dia mengocok penisku yang sejak tadi sudah menegang..

akhirnya aku memutuskan untuk memasukkan penisku kedalam memeknya

dengan penuh rasa bimbang bercampur takut dan nafsu AKU SERAHKAN PERJAKAKU KE ADIKKU ..

dan

"bless..."

"eeh....."

rasanya nikmat sekali..

kontolku seperti masuk ke dalam lubang bergerigi lunak dan di pijit pijit"

aku diamkan sebentar merasakan sensasi pertama yang aku rasakan...

setelah beberapa saat aku menekan keras ke dalam..

dia tersentak dan mendesah..

"eehhhhhhhhh........ mas....."

dia menjambak rambutku

aku mulai menggoyang goyangkan keluar masuk kontolku kedalam lubang kenikmatannya

beberapa kali aku keluar masukkan tiba tiba ada perasaan mengganjal di kontolku yang memaksa untuk keluar..

cepat cepat aku cabut kontolku dari memeknya karena takut kalau dia hamil..

aku keluarkan di atas perutnya..

setelah beristirahat sebentar karena lemas aku sodorkan kontolku ke mulutnya untuk di kulumnya..

dan dia mengulum kontolku sampai tidak ada lagi sisa sperma di kontolku..

dan aku memakai lagi celanaku dan keluar dengan pura pura tidak terjadi apa-apa..

setelah itu setiap ada kesempatan berdua aku selalu menyempatkan meskipun hanya sekedar berciuman dan meremas buah dadanya saja..

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar