Ngintip Perempuan Telanjang di Distrik Lampu Merah

Diposkan oleh Cerita Dewasa on Kamis, 03 Mei 2012





Peepshow atau mengintip pertunjukan porno dari balik jendela hampir tamat. Selama puluhan tahun pertunjukan serupa ini menjadi daya tarik publik de Wallen, nama bilangan lampu merah di Amsterdam. Kini, hanya tersisa satu peepshow. Apa yang terjadi dengan hiburan erotis klasik ini?

Dasar peepshow ini sederhana dan universal. Seorang perempuan telanjang atau berpakaian minim di atas sebuah meja yang berputar. Meja ini dikelilingi jendela-jendela, di baliknya terdapat kamar-kamar. Setelah memasukkan koin sebanyak 2 euro, jendela akan terbuka dan pengunjung dapat melihat aksi perempuan tersebut selama beberapa menit.

Peepshow pertama dibuka di Amsterdam pada akhir tahun 1960-an. Ternyata, fenomena ini sukses. Di masa kejayaannya, terdapat enam peepshow di Amsterdam. Setengahnya adalah milik Jan Otten yang telah 35 tahun aktif sebagai pengusaha seks komersil.

“Raja” de Wallen ini adalah pemilik peepshow terakhir di Amsterdam. Menyandang nama ”Sex Palace” yang berusia hampir 30 tahun, dengan lokasi Oudezijds Achterburgwal, pusat Red Light District Amsterdam.

Otten menjelaskan: “Sebelumnya saya memiliki tiga bisnis peepshow. Yang terbesar di Nieuwendijk di pusat kota dekat bursa efek. Dari bisnis ini saya meraup banyak keuntungan. Khususnya para pedagang saham sering ke peepshow di sela-sela jam istirahat mereka. Namun, pihak kotamadya Amsterdam tidak menyukainya. Jadi, lokasi peepshow berangsur-angsur pindah ke de Wallen. Meskipun begitu, pemindahan dilakukan dengan baik.”

Di daerah Red Light District, peepshow juga perlahan-lahan menghilang. Otten (69) menyalahkan kebijakan kotamadya yang sibuk menata kembali bilangan ini. Pihak kotamadya Amsterdam ingin “membersihkan” de Wallen. Beberapa tahun belakangan, mereka telah menutup 100 dari 500 tempat prostitusi.

“Namun, pengunjung peepshow memang berkurang. Bisnis ini di Amsterdam hampir mati. Ini juga berkaitan dengan penggunaan internet. Sekarang anda bisa diam-diam melihat porno di rumah. Untuk bisnis seks, hal ini amat disayangkan,” tukas Otten.(Sumber:http://www.poskotanews.com/2012/02/02/senjakala-binsis-ngintip-cewek-telanjang-di-amsterdam/)

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar