Indonesia: Permata Asia Tenggara yang Kokoh Diterjang Krisis

Diposkan oleh Cerita Dewasa on Kamis, 03 Mei 2012

(Vibiznews - Business) - Di tahun 1998 krisis moneter mewabah di Asia Tenggara (02/05). Krisis moneter menghancurleburkan sendi-sendi ekonomi kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di dalam negeri sendiri krisis moneter dan ekonomi diikuti oleh krisis politik yang mengakibatkan jatuhnya rejim peerintahan Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun. Kondisi ini mengakibatkan kerusuhan di seluruh Indonesia.

Akibat dari kondisi ini ekonomi dalam negeri anjlok tajam. Nilai tukar rupiah mengalami depresiasi sebesar 80% selama 10 aulan dan harga pangan meroket 200%. Lebih dari 1000 orang meninggal dalam kerusuhan dan ekonomi Indonesia di tahun 1998 mengalami kontraksi sebesar 13%. Banyak pihak menyangka bahwa Indonesia tidak akan pernah pulih dari kondisi tersebut. Akan tetapi semua terbukti salah.

Indonesia berhasil melalui badai krisis Asia di tahun 1998, dan bahkan selamat nyaris tanpa kerusakan menghadapi badai krisis ekonomi global yang dinyatakan paling buruk sejak Depresi Hebat di periode 1930-an. Kondisi Indonesia saat ini ditopang oleh kekayaan alam berupa barang tambang dan hasil pertanian yang massif. Ekonomi Indonesia yang didorong oleh konsumsi dalam negeri mampu selamat melewati penurunan ekspor yang terjadi di seluruh dunia.

Sejak tahun 1999 hingga akhir tahun 2011 pertumbuhan ekonomi tahunan di Indonesia mengalami percepatan dari 0% menjadi 6.5%. Jumlah masyarakat kelas menengah mengalami pertumbuhan lebih dari dua kali lipat, menjadi 130 juta orang dari 50 juta di tahun 1999. Selama periode tersebut kekayaan per orang dewasa mengalami peningkatan lebih dari lima kali lipat menjadi lebih dari 12,000 dolar.

Ekonomi Ber'mesin' Konsumsi

Ekonomi Indonesia selamat karena tingginya konsumsi dalam negeri. Sementara Negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi seperti China berjuang mati-matian untuk beralih dari ekonomi yang bergantung pada ekspor menjadi model ekonomi berbasis konsumsi, Indonesia sudah berhasil mencapai model tersebut.

Saat ini konsumsi memberikan kontribusi sebesar 55% dari pertumbuhan ekonomi di tahun 2011 lalu. Bilan dibandingkan dengan kontribusi konsumsi pada pertumbuhan ekonomi China yang hanya sebesar 35%, Indonesia masih jauh memimpin.

Dengan kondisi Indonesia saat ini, banyak alasan untuk yakin bahwa pada akhirnya Indonesia akan mampu menyejajarkan diri dengan Negara-negara BRIC. Pada kuartal terakhir tahun 2011 lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah 6.5%. Angka pertumbuhan ini memang masih jauh dari yang dicapai China sebesar 8.9%. Akan tetapi angka tersebut sudah melampaui pertumbuhan ekonomi India yang sebesar 6.1%, Russia yang hanya sebesar 4.8% dan Brazil yang paling bontot sebesar 1.4%.

Di masa mendatang komposisi penduduk muda Indonesia yang berada dalam usia produktif yang sangat besar akan memberikan keuntungan. Saat ini median usia penduduk Indonesia adalah 27 tahun, di mana merupakan usia yang produktif. Diyakini dengan dorongan tingginya usia produktif di Indonesia, kesempatan untuk dapat mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8% terbuka sangat besar.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar