Tampilkan postingan dengan label Nah Ini Dia Cerita Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nah Ini Dia Cerita Kita. Tampilkan semua postingan

Pernahkah Kalian Dicintai seseorang seperti ini? [Wajib Baca]

Diposting oleh Cerita Dewasa on Selasa, 01 Mei 2012


Seseorang yang mencintai kamu....Tidak bisa memberi alasan, mengapa ia mencintaimu...Dia hanya tahu, di mata dia, kamulah satu - satu nya...

Seseorang yang mencintai kamu....
Sebenarnya selalu membuatmu marah, gila, jengkel, stress...Tapi ia tidak pernah tahu hal bodoh apa yang sudah ia lakukan,karena semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu...

Seseorang yang mencintai kamu....
Jarang memujimu...
Tetapi di dalam hatinya, kamu adalah yang terbaik...
Hanya itu yang ia tahu...

Seseorang yang mencintai kamu....
Akan marah atau mengeluh, jika kamu tidak membalas pesannya atau teleponnya...
Karena ia peduli, dan tidak ingin sesuatu terjadi padamu...

Seseorang yang mencintai kamu....
Hanya menjatuhkan air matanya di hadapanmu...
Dan, ketika kamu mencoba menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya...
Di mana hatinya selalu berdegup, berdenyut, bergetar untukmu...

Seseorang yang mencintai kamu....
Akan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan...
Yang sengaja terucap, atau bahkan yang tidak sengaja...
Dan ia akan selalu menggunakan kata - kata itu, tepat pada waktunya...

Seseorang yang mencintai kamu....
Tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah...
Karena ia tidak mau mengingkari janjinya...
Ia ingin kamu untuk mempercayainya,
dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman untuk selamanya...

Seseorang yang mencintai kamu....
Mungkin tidak bisa mengingat kejadian atau kesempatan istimewa,
seperti perayaan hari ulang tahunmu, atau yang lainnya...
Tapi ia tahu bahwa setiap detik yang ia lalui adalah saat di mana..........

Ia mencintai kamu, dan tidak peduli hari apakah ini...
Pernahkan kita mencintai seperti ini...?

sumber : osserem
More aboutPernahkah Kalian Dicintai seseorang seperti ini? [Wajib Baca]

Kisah Seks Pengangguran yang Menikah Lagi saat Istri Pergi Merantau

Diposting oleh Cerita Dewasa

Keterlaluan benar Kurmen, 30, ini. Meski nganggur, burungnya tak mau nganggur juga.
Ngakunya pada istri dapat panggilan keja ke Cilacap (Jateng), eh nggak tahunya malah kawin lagi di Cirebon. Keruan saja istrinya langsung terbang dari Batam ke Jawa hanya untuk melabrak suami yang tak tahu diuntung.
Pandailah bersyukur pada Allah, maka rejekinya akan semakin melimpah. Tapi sebaliknya, manusia yang tak mau mensyukuri nikmat-Nya, maka rejekinya akan dikurangi dan kemudian adzabun syadid (siksa Allah amat pedih) lah (QS: Ibrahim, ayat 7). Ada yang adzab itu bersifat SLT (Siksa Langsung Tunai) di dunia, ada pula yang ditunggu setelah di alam sana nanti.
Rupanya Kurmen warga Kaveling Sagulungjaya Kecamatan Sagulung, Batam, termasuk bagian manusia yang tak pandai bersyukur di muka bumi. Dipersuami oleh Ernita, 33, mestinya dia harus bersyukur. Sebab lelaki nganggur kok ada yang mau jadi bininya, apa ora hebat? Tapi itulah yang terjadi, Ernita yang lebih tua beberapa tahun darinya mau menjadi istri. Sebab di Batam dia sudah punya usaha. Sedangkan Kurmen, tak kerja tak apa; yang penting rajin minum obat kuat termasuk madu dan telur.
Tapi agaknya Kurmen lama-lama jenuh juga menjadi suami tak punya kedaulatan. Katanya kepala rumahtangga,  tapi semua keputusan yang menentukan istri, dia hanya jadi pelaksana saja. Beginilah nasib lelaki yang jadi korban koalisi. Dia harus mengikuti saja apa kebijakan istri selaku penguasa. Mau berontak macam PKS, mana berani Kurmen, karena nantinya bakal kembali jadi pengangguran tulen dan seasli-aslinya.
Tak ada angin tak ada hujan, beberapa bulan lalu Ny. Ernita dapat laporan bahwa Kurmen dapat panggilan kerja di Cilacap. Sebetulnya dia tak menghendaki suami kerja jauh-jauh, tapi demi meningkatkan harga diri sang kepala rumahtangga, Ernita mengizinkan juga. Maka dilepaskanlah suaminya pergi ke Jawa, naik pesawat Batam – Jakarta, lalu dilanjutkan naik bis Kampung Rambutan – Cilacap.
Sejak Nopember 2011 hingga Maret 2012 ini Kurmen selalu berkomunikasi lewat HP, antara Batam – Cilacap. Tapi beberapa hari lalu mendadak masuk ke HP Ernita, suara seorang wanita yang mengaku dari Cirebon. Namanya Murniati, tinggal di Perumnas, Jl Ketilang XII, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Yang bikin Ernita terperangat dan kaget, perempuan itu mengaku sebagai istri sah Kurmen, lengkap dengan surat nikah yang dikeluarkan KUA Cirebon.
Tentu saja Ernita kebakaran jenggot, meski jenggot selembarpun juga tak punya. HP suaminya dikontak, tapi tak juga nyambung. Penasaran dengan teror dari Cirebon, buru-buru Ernita terbang ke kota udang itu, ntuk mengecek kebenaran informasi. Begitu masuk ke tujuan, dia menanyakan apa Kurmen tinggal di sini? Ternyata perempuan itu menjawab tangkas, “Lha memang Kurmen menantu isun (saya)…..”
Sayang, Ernita tak bisa ketemu langsung dengan Murniati – Kurmen. Tapi dari buku dokumen nikah yang ditunjukkan, memang jelas di situ terpampang foto suami Ernita dengan istri barunya. Ernita sadar bahwa suaminya telah memalsukan dokumen perkawinannya, sehingga bisa nikah lagi tanpa ijin. Terkutuk, lelaki tak tahu diuntung! Jadi lelaki nganggur, burungnya tak mau nganggur juga. Merasa dikhianati dan disakiti, Ernita langsung mengadu ke Polres Cirebon, minta suami diusut karena berani-beraninya memalsukan surat nikah.
Ya karena sedari awal cinta dia memang palsu.
More aboutKisah Seks Pengangguran yang Menikah Lagi saat Istri Pergi Merantau

Mesumnya Sudah Kapan-Kapan

Diposting oleh Cerita Dewasa on Jumat, 27 April 2012


dia-20

AKSI  mesumnya sudah terjadi kapan-kapan, tapi Martadi, 50, baru tahun 2012 mengadu ke polisi. Polisi Gunungkidul (DIY) pun kini bingung menentukan, bisa lanjut atau tidak perkara ini. Soalnya, terlapor Ny. Mariyem – Wagino mengakui terjadi tahun 2004, sedangkan pelapor bersikeras tahun 2006.

Sayur lodeh, makin lama makin nikmat. Tapi sebuah kasus, makin lama bisa dianggap kadaluwarsa, sehingga tak bisa dibawa ke persidangan. Maklumlah, sebuah kasus yang terjadi bertahun-tahun lalu, sangatlah sulit untuk mengumpulkan saksi dan dan barang buktinya. Apa lagi kasus perselingkuhan tahun 2004 baru digugat tahun 2012, bagaimana polisi tidak bingung. Jika jadi bocah, sudah kelas II SD, ngkali.

Sebahai Kepala Dukuh, agaknya Wagino, 53, termasuk “administrator” yang baik. Dia bukan saja tertib dalam mengelola kampungnya, tapi juga rapi saat mengemas menejemen selingkuhnya. Bagaimana tidak? Tahun 2004 lalu dia punya skandal dengan Mariyem istri salah seorang warganya, tapi selama ini aman-aman saja. Maksudnya, skandal di kamar orang itu tidak pernah terendus.
Mariyem sebagai wanita yang diselingkuhi Pak Dukuh, juga rapi menyimpan rahasia. Padahal secara umum, wanita itu suka bermulut ember. Apa saja yang terjadi, bisa cepat tersebar luas gara-gara mulut wanita. Biasanya pula, malah ditambah-tambahi sehingga menjadi lebih seru dan dramatis. “Ajaa kowe ra tak kandhani (kalau bukan kamu takkan kuberi tahu),” begitu kalimat pembuka sebelum berwarta berita.

Tapi serapi-rapinya membungkus bangkai, pasti bakal terungkap juga. Entah info dari mana, atau mungkin dari lembaga Wikileaks di AS sana, mendadak ada yang memberi informasi pada Murtadi suami Mariyem, bahwa sekian tahun lalu sebetulnya Mariyem pernah “dimakan” Pak Dukuh. Bahkan kata sang informan, jika tak percaya boleh cek langsung pada pihak terkait, baik itu kepada Pak Dukuh sendiri, atau Mariyem.

Tentu saja Murtadi terkaget-kaget, masak sekian tahun lalu bininya bermain serong, kok dirinya tidak tahu. Dan selama ini memang tak ada hil-hil mustahal dalam rumahtangganya, termasuk dalam urusan ranjang. Bagaimana mereka bisa memendam rahasia itu. “Apa kabel spedometernuya dicabut, ya?” kata batin Murtadi. Memangnya motor?

Kecewa betul Murtadi. Kalau begitu, selama ini dia hanya menikmati barang restan, undur-unduran (bekas) dari Pak Dukuh. Untuk klarifikasi langsung pada Wagino, tak berani dia. Masalahnya, di samping silau akan posisinya sebagai tokoh penting di kampung, orangnya juga berkumis tebal macam Pak Raden. Bedanya adalah, Pak Raden ngoprak-oprak (mengusir) anak-anak pencuri jambu, justru di sini Pak Raden Wagino malah mencuri “jambu dersana” milik Mariyem istrinya.
Paling gampang hanyalah mengklarifikasi istrinya. Meski terkaget-kaget, Mariyem mengakui bahwa memang pernah membangun koalisi semi permanen dengan Pak Dukuh. Tapi koalisi itu memang tidak lama. Setelah berhasil “eksekusi” tentu saja, bubarlah segera tanpa perlu menunggu sampai 2009, apa lagi 2014.

Marah sekali Murtadi, karena ternyata istrinya telah ternoda. Dia segera melapor ke Polsek Tepus. Tak lama kemudian polisi segera mengusut pasangan selingkuh warga Desa Giripanggung itu. Yang bikin polisi bingung, meski Wagino – Mariyem mengakui, tapi jadwal waktunya tak klop dengan yang dilaporkan Murtadi. Kata Murtadi terjadi sekitar tahun 2006, sedangkan Wagino – Mariyem bersikeras terjadi tahun 2004. “Wong ndhisik urung ana lindhu karo tsunami Aceh ki (dulu belum terjadi gempa Aceh),” kata Mariyem mencoba cari rujukan alam.
Tapi sudah ada gempa di ranjang Pak Dukuh, kan?
More aboutMesumnya Sudah Kapan-Kapan

Teman Profesi Dan Ranjang

Diposting oleh Cerita Dewasa on Kamis, 26 April 2012


dia-23

Sebagai Kepala Sekolah, ternyata Mat Sujak, 51, tak bisa berkepala dingin menghadapi persoalan. Demi mendengar mantan istrinya, Rawit, 43, dikawini oleh Basrodin, 48, ngamuklah dia. Bersama dua anak lelakinya, mereka bau membahu merusak rumah teman seprofesinya, yang sekaligus jadi teman seranjang bekas istrinya.

Orang Jawa memiliki semboyan: sadumuk bathuk sanyari bumi. Maksudnya, mereka siap bertaruh nyawa demi membela perkara lemah (tanah) dan semah (istri). Maka seperti yang dikisahkan dalam cerita “Ramayana”, Prabu Rama bertempur mati-matian dengan segala hulubalangnya melawan Dasamuka, karena membela Dewi Sinta yang direbut raja Ngalengka. Demikian pula Kumbokarno, rela mati demi membela negara, karena (benar atau salah) tak sudi negerinya diacak-acak bangsa lain.
Nasib Mat Sujak agaknya seperti Prabu Rama ini. Istri cuma satu-satunya, kok direbut teman sesama guru. Padahal dari perkawinannya dengan Rawit, sejumlah anak telah lahir. Gara-gara bini diserobot “Dasamuka” made in Pamekasan (Madura) ini, usaha sampingannya sebagai pedagang meubel jadi bangkrut. Paling sadis dan ironis, sementara usahanya di ambang kehancuran, istri menuntut cerai dan kemudian ternyata……malah dikawini Basrodin. “Tapur kelap (samber geledeg)” maki Mat Sujak dalam bahasa Madura.

Mat Sujak memang pekerja ulet. Sebagai Kepala SD dan istri juga jadi guru, masih mencari tambahan penghasilan sebagai pedagang meubel. Dia rupanya menyadari bahwa gaji PNS yang tak punya rekening gendut, akan payah di hari tua jika hanya mengandalkan uang pensiun. Apa lagi istrinya juga seprofesi, bagaimana nanti jika sudah sama-sama tua malah penyakitan? Padahal seiring dengan profesinya, pensiunan guru biasanya akan terkena penyakit ……….pengapuran (karena biasa pegang kapur)!

Namun celaka tiga belas, belum juga pensiun sudah ada penyakit baru dalam rumah tangganya. Apa itu? Diam-diam ternyata Rawit sang istri menjalin hubungan dengan Basrodin teman gurunya di SDN Bugi, Pamekasan. Tak melihatnya langsung, memang. Tapi dari cerita sejumlah saksi mata, Pak Guru dan Bu Guru ini sering jalan bareng. Bukan untuk urusan sekolah, tapi urusan lain yang merupakan kebutuhan “hakiki” kaum lelaki dan perempuan.
Gara-gara ini, rumahtangga Mat Sujak – Rawit jadi goyah. Katanya istri, tapi Rawit sudah jarang memenuhi tugasnya sebagai istri. Untuk mamah (makan) masih mau, tapi…..mlumah (melayani di ranjang) sudahlah ogah. Makin pusing lagi, ketika tiba-tiba Rawit menggugat cerai di Pengadilan Agama. Sebetulnya dia tak mau pecah koalisi. Tapi jika mitra koalisinya sudah tidak kompak, buat apa dipertahankan? Maka daripada istrinya malah macam Golkar dan PKS di KIB-II-nya Pak SBY, ya sudahlah, Rawit ditalaknya.

Yang membuat warga Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan ini marah besar, beberapa bulan setelah istrinya dicerai, tahu-tahu dinikahi oleh Basrodin teman gurunya. Lagi-lagi Mat Sujak mengumpat khas Madura: tapur kelap! Dia sungguh tak sanggup membayangkan, istri yang dicintai selama ini, ternyata kini dikangkangi oleh sesama teman anggota PGRI.

Kalau Prabu Rama dalam kisah “Ramayana” lalu mengerahkan ribuan kera dari Pancawati, dia cukup mengajak dua anak lelakinya yang sudah remaja, untuk mbarang amuk (berbuat anarkis) di rumah Basrodin di Kelurahan Bugih, Pamekasan. Yang dicari tak ada, mereka bertiga langsung merusak perabot rumahtangga, dari meja kursi, jendela dan barang elektronik, sehingga hancur berantakan.
Gara-gara pengrusakan itu, Basrodin melaporkan Mat Sujak ke polisi. Bersama kedua anaknya, dia mendatangi panggilan Polsek Pamekasan. Dalam pemeriksaan Mat Sujak mengakui, itu masih bagus yang dirusak hanya rumahnya. Coba kalau Basrodin ada, mungkin ceritanya jadi lain. “Istri orang kok direbut, bagaimana saya tak marah? Tapur kelap, tak iye…..” lagi-lagi Mat Sujak memaki.
Maklum, Kepala SD ini “kepala”-nya sedang cekot-cekot.
More aboutTeman Profesi Dan Ranjang

`Jumenengan` di WC Pasar

Diposting oleh Cerita Dewasa

dia-24
MAU selingkuh tapi modal cekak, ya begitulah pada akhirnya. Tak punya duit untuk boking hotel,  Wagiran – Kamtini nekad berpacu dalam birahi sambil “jumeneng” (berdiri) di WC Umum pasar. Namun sial, di kala sedang seru-serunya tahu-tahu digerebek polisi Polres Gunung Kidul. Mati awak mami!

Yang benar sih, punya duit atawa tidak, tidak usahlah berbuat selingkuh. Toh di rumah sudah punya pasangan masing-masing.Tinggal apa yang menjadi kebutuhan dan libidonya, disalurkan pada tempat yang benar. Bukankah ini bagian dari sunah rosul, sekaligus perilaku yang halalan tayiban wa asyikan?

Tetapi yang namanya setan, mana mau cara-cara resmi model begitu. Maunya mereka, biarlah orang begituan tidak pada tempat semustinya. Sebab terget dan program kerja sejak Nabi Adam dulu, menjerumuskan manusia ke jalan yang sesat. Maka lelaki macam Wagiran, 40, ketika naksir pada sesama pedagang wanita, Kamtini, 34, langsung disemangati. “Cepetan saja Bleh, mumpung dianya mau. Saya kalau bukan setan, wis tak nggo dhewe (saya pakai sendiri),” kata iblis.

Sebenarnya sudah lama Wagiran yang juga jadi pedagang di Pasar Argosari ini mengincar Kamtini. Tapi selama ini hanya wani-wani angas (agak takut-takut), karena khawatir ajakan koalisi ini tak bersambut. Tapi setelah diberi petunjuk bapak setan, atau bapak setan memberi petunjuk, dia merasa dapat peluru tambahan untuk menyerbu, paling tidak “serangan umum” non 1 Maret 1949.

Maka seperti yang terjadi beberapa hari lalu, begitu sudah dapat restu setan selaku ketua dewan pembina permesuman, dia mulai main mata dengan Kamtini. Ternyata wanita itu juga memberi respon, bahkan kemudian kode-kodean. Maunya keduanya, kalau sudah siap koalisi musti dilanjutkan dengan “eksekusi”.

Tapi anehnya, mereka tak berpikir mencari losmen atau hotel, justru mau cari praktisnya saja. Keduanya lalu pergi ke WC umum dengan pura-pura mau buang air. Dalam kondisi kebelet, mencari kenikmatan sesaat di tempat jorok agaknya bukanlah masalah.

Namun sial, di kala Kamtini – Wagiran sedang berpacu dalam birahi sambil “jumenengan” (berdiri), tahu-tahu diintip orang. Masalahnya, seorang pembantu pemilik kios mendengar suara aneh di salah satu WC. Ada desahan, ada rintihan. Begitu dilihat apa yang ada di dalam, jabang bayiiiiik……; orang tengah berbuat mesum. Diapun lapor ke Satpam Pasar dan diteruskan ke polisi.

Polisi segera tiba, dan Wagiran – Kamtini terperanjat bukan buatan saat pintu WC-nya dibukan paksa petugas. Meski masih nanggung dan nggantung, lelaki dari Desa Karangawen Girisubo ini tak bisa menolak ketika digelandang ke Polsek untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Begitu juga perempuannya yang warga Desa Purwodadi Kecamatan Tepus, hanya tertunduk malu saat diperiksa di kantor polisi.

Wah, urusan kemaluan bikin malu keluarga.
More about`Jumenengan` di WC Pasar

Istri Dua Masih Kurang

Diposting oleh Cerita Dewasa


dia-21

Agaknya Mulyawan, 32, termasuk lelaki yang menganggap seks sebagai panglima. Bagaimana tidak? Istri sudah dua biji, lihat gadis tetangga masih kontak juga pendulumnya. Hanya dalam beberapa minggu gadis Suryani, 18, ini sudah empat gali digauli di gubuk tengah sawah.

Politik sebagai panglima, itu ungkapan yang sudah sering terdengar. Tapi ternyata di belahan bumi Indonesia, banyak juga lelaki yang berpandangan: seks adalah panglima. Bagi mereka, yang dipikirkan seks dan selangkangan melulu. Maka bini tak pernah cukup satu, bisa dua tiga dan empat; sepanjang agama masih membolehkan. Padahal, poligami itu sifatnya darurat, yakni bila mana bisa adil dalam alokasi kebutuhan lahir dan batin.

Sepertinya Mulyawan tak peduli akan semua itu. Baginya, asal perempuan itu bisa bikin kontak dia punya pendulum, ya harus dikejar untuk kemudian digauli. Sukur-sukur cukup hanya digauli saja. Bila menuntut untuk dijadikan istri, dia juga bersikap: kenapa takut. Soalnya dia punya prinpsip: kelon dengan saya, klepon cari sendiri!

Mestinya besar nafsu, besar pula penghasilan. Tapi Mulyawan tidak begitu, dia sehari-hari hanya jadi pekerja serabutan. Maka dengan penghasilan tak menentu tapi punya dua “kendaraan”, ya repotlah. Utangnya ada di mana-mana, gara-gara isi kantong selalu terkuras untuk memanjakan “si entong”. Namun demikian, dia selalu optimis menatap kehidupan. “Banyak istri banyak rejeki,” kata Mulyawan seakan mensitir ucapan Puspo Wardoyo juragan ayam bakar Wong Solo.

Di kampungnya, dia punya tetangga pelajar SMA, namanya Suryani. Cakep banget sih tidak, tapi bodinya itu lho……, begini; nggitar Spanyol. Pinggangnya ramping pinggulnya kelewat seksi. Mana kala melihat gadis tetangga tersebut, otaknya selalu berpikiran ngeres. Katanya, cewek model Suryani ini sangat enak dikeloni dan perlu. Maka tekadnya kemudian, cepat atau lambat, dia harus menjadi milikku.

Sebagai lelaki yang sudah begitu pakar soal liku-likunya perempuan, dia tahu kelemahan wanita, khususnya Suryani. Maka hanya beberapa kali ngobrol, sudah dijamin gadis itu mau diajak jalan-jalan. Dan itu memang terbukti. Minggu pertama jalan-jalan, minggu kedua jalan-jalan lagi, dan minggu ketiga tidur-tiduran di gubuk tengah sawah dalam rangka untuk ditiduri.

Agaknya Suryani terpukau akan tongkrongan dan “tangkringan” lelaki tetangganya tersebut. Buktinya, dia semakin lengket saja. Bahkan seperti yang terjadi beberapa malam lalu, habis magrib mendadak Suryani menghilang macam digondol lampor (makhluk halus). Dipanggil panggil orang tua tak juga menyahut. Tapi satu jam berikutnya dia sudah pulang dalam kondisi acak-acakan.
Bak tersangka KPK laiknya, Suryani segera diperiksa. Lama-lama dia mengaku bahwa baru dari sawah bersama Mulyawan. Dalam rangka apa? Dengan kalimat pating pecotot gadis itu mengaku bahwa di tengah gubuk lelaki tetangganya tersebut telah menyetubuhinya. Watatita……, tentu saja ayah dan ibu mencak-mencak, sehingga Mulyawan dilaporkan ke polisi.

Meski sudah dipanggil dua kali, tak juga mau hadir. Terpaksa Mulyawan dicokok dari rumah bini keduanya. Dalam pemeriksaan, dia mengaku bahwa sudah menyetubuhi Suryani sebanyak 4 kali. Tapi asal tahu saja, semuanya itu berlangsung tanpa paksaan dan tekanan, kecuali memang ditekan-tekan. “Tapi saya siap tanggungjawab kok.” ujarnya santai.
Suruh makan batu, anak orang?
More aboutIstri Dua Masih Kurang